Pertama Kali Umrah? Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Jamaah Pemula & Cara Menghindarinya

Panduan lengkap bagi jamaah pemula yang pertama kali umrah. Pelajari kesalahan paling umum—mulai dari persiapan, manasik, rute masjid, hingga ibadah di Tanah Suci—beserta solusinya agar umrah lebih tenang, nyaman, dan khusyuk.

BLOGARTIKELBERITAUMRAHMANASIKTIPS

Ibnu Khidhir

1/2/20265 min baca

Pertama Kali Umrah? Inilah Kesalahan yang Paling Banyak Dilakukan Jamaah Pemula

Melaksanakan umrah untuk pertama kalinya adalah pengalaman yang penuh haru, syukur, dan kegembiraan. Namun bagi banyak jamaah pemula, perjalanan suci ini juga bisa menjadi pengalaman yang membingungkan. Mulai dari masalah teknis, kurangnya persiapan, hingga salah paham dalam ibadah—semua ini dapat mengganggu kekhusyukan.

Artikel ini membahas kesalahan yang paling banyak dilakukan jamaah pemula serta cara menghindarinya, agar ibadah Anda berlangsung lebih lancar dan penuh ketenangan.

1. Kurang Persiapan Fisik: Meremehkan Jarak & Aktivitas Ibadah

Salah satu kesalahan terbesar jamaah pemula adalah menganggap umrah hanyalah perjalanan wisata ringan. Padahal, ibadah umrah—khususnya thawaf dan sa’i—memerlukan tenaga, stamina, dan kondisi tubuh yang prima.

Apa yang sering terjadi?
  • Jalan kaki puluhan ribu langkah tiap hari tanpa persiapan.

  • Tujuh putaran thawaf + 7 kali antara bukitterasa sangat berat.

  • Mudah lelah dan sulit fokus ketika memasuki fase puncak ibadah.

Bagaimana menghindarinya?

Mulailah latihan fisik minimal dua minggu sebelum berangkat, seperti:

  • Jalan kaki 20–30 menit setiap hari.

  • Latihan naik turun tangga untuk simulasi bukit Shafa–Marwah.

  • Perbanyak minum dan istirahat yang cukup.

Semakin siap fisik Anda, semakin mudah menjaga kekhusyukan selama ibadah.

2. Tidak Mengikuti Manasik Umrah Dengan Serius

Banyak jamaah pemula menganggap manasik hanyalah formalitas. Padahal manasik adalah “simulasi besar” yang mempersiapkan jamaah menghadapi realitas di Tanah Suci.

Kesalahan yang sering terjadi
  • Lupa urutan ibadah.

  • Salah membaca niat.

  • Bingung di lokasi sa’i atau area Masjidil Haram.

  • Tidak tahu batas Masjid Aisyah untuk miqat.

Solusi

Ikuti manasik dan catat hal-hal penting, seperti:

  • Niat umrah yang benar.

  • Rangkaian thawaf dari Hajar Aswad ke Hajar Aswad.

  • Arah putaran (berlawanan jarum jam).

  • Lokasi bukit Shafa dan bukit Marwah.

  • Doa-doa utama (tidak wajib, tapi dianjurkan).

Manasik membuat Anda lebih percaya diri sehingga tidak panik ketika menghadapi keramaian atau perubahan alur di Masjidil Haram.

3. Tidak Hafal Rute Penting: Hotel – Haram – Terminal – Lokasi Ziarah

Ini kesalahan klasik jamaah pemula.

Karena Makkah dan Madinah memiliki puluhan gerbang, lorong yang mirip satu sama lain, serta perubahan jalur karena renovasi, banyak jamaah pemula tersesat.

Hal yang sering dilakukan jamaah:
  • Tidak memperhatikan nama gerbang ketika masuk masjid.

  • Mengandalkan rombongan sepenuhnya.

  • Tidak menyimpan kartu hotel.

  • Salah pintu masuk hingga tersesat 20–30 menit.

Cara menghindarinya

Pastikan sebelum berangkat ke masjid:

  • Foto nama hotel, pintu masuk, dan jalan sekitar.

  • Hafalkan pintu masjid (misalnya: King Fahd Gate, King Abdulaziz Gate, Bab Malik Fahd, Bab Jibril).

  • Minta share location dari mutawwif.

  • Jika tersesat, tanya petugas: “Where is the nearest gate to… (nama gate)?” atau "Aina bab ...(nama gate)

Kemampuan navigasi ini akan sangat membantu terutama ketika Anda harus pulang lebih dahulu atau terpisah dari rombongan.

4. Membawa Terlalu Banyak Barang Saat Ibadah

Banyak jamaah pemula membawa:

  • Tas besar,

  • Botol air raksasa atau botol yang banyak untuk mengisi zam-zam.

  • Oleh-oleh yang baru dibeli,

  • Handphone + powerbank besar,

  • Jaket atau syal tebal.

Hasilnya?
Ibadah terasa berat, gerak sulit, dan barang berisiko hilang.

Sebaiknya bawa apa?

Hanya bawa yang penting:

  • Satu botol air kecil.

  • Tas selempang ringan.

  • Handphone untuk komunikasi.

  • Kartu hotel.

  • Kartu identitas jamaah.

Semakin ringan bawaan Anda, semakin ringan hati untuk beribadah.

5. Tidak Menjaga Waktu dan Tidak Memperhitungkan Durasi Ibadah

Kesalahan umum lainnya: tidak memahami timing.

Masa tunggu lift, kepadatan jamaah, dan jarak dari hotel dapat membuat jamaah terlambat, terutama untuk:

  • Shalat berjamaah,

  • Berangkat ziarah,

  • Jadwal miqat umrah,

  • Jadwal keberangkatan bus.

Solusi sederhana

Selalu berangkat 30–45 menit lebih awal, terutama saat:

  • Shalat Subuh (karena jamaah paling banyak),

  • Shalat Jumat,

  • Malam weekend,

  • Bulan Ramadhan atau musim liburan.

Waktu tambahan ini bisa menyelamatkan Anda dari stres.

6. Lupa Lokasi Toilet, Area Wudhu & Tempat Minum

Toilet dan tempat wudhu di Masjidil Haram dan Nabawi tidak berada langsung di dalam masjid, tetapi di bagian bawah atau di area luar tertentu.

Banyak jamaah pemula:

  • Mengantre jauh ke satu toilet padahal ada toilet lain di sisi berbeda,

  • Bingung keluar masuk,

  • Tidak tahu pintu Wudhu Women Area di Madinah,

  • Tidak tahu area Zamzam Water Point.

Solusi

Saat pertama tiba di masjid:

  1. Lakukan “tour orientasi 5 menit” di sekitar pintu masuk.

  2. Cari:

    • Toilet terdekat.

    • Tempat wudhu.

    • Area zamzam.

    • Gerbang masuk.

  3. Catat atau foto lokasinya.

Ini akan membantu ketika kondisi mendesak.

7. Terlalu Fokus Pada Foto dan Video

Dokumentasi itu wajar, tapi banyak jamaah pemula terjebak ini:

  • Waktu thawaf habis untuk mengambil video.

  • Sa’i dilakukan sambil live streaming.

  • Shalat di masjid menjadi terganggu oleh selfie dan foto grup.

Padahal umrah hanyalah beberapa jam, dan Anda hanya menjalani ibadah inti sekali.

Tips menjaga keseimbangan

Tentukan momen foto sebelum atau sesudah ibadah.
Saat ibadah berlangsung:

  • Simpan HP,

  • Fokuskan hati pada doa,

  • Nikmati suasana spiritual yang tidak bisa diulang setiap hari.

Ibadah yang fokus akan meninggalkan kesan jauh lebih dalam dibanding foto ratusan tapi kosong makna.

8. Tidak Menjaga Kesehatan: Kurang Minum dan Pola Makan Tidak Teratur

Kelelahan, dehidrasi, dan pusing adalah masalah umum jamaah pemula.

Penyebab:

  • Cuaca panas ekstrem,

  • Banyak jalan kaki,

  • Makan tidak teratur,

  • Kurang minum air putih,

  • Minum kopi berlebihan saat harus beribadah panjang.

Cara menghindari masalah kesehatan
  • Minum air sedikit tapi sering,

  • Bawa obat pribadi,

  • Makan pada jam yang sama setiap hari,

  • Istirahat cukup sebelum memasuki ibadah pokok.

Umrah bukan lomba fisik—ia adalah ibadah panjang yang butuh tubuh kuat dan pikiran tenang.

9. Tidak Menghafal Doa Dasar dan Tidak Tahu Mana yang Wajib

Banyak jamaah pemula bingung:

  • Doa mana yang harus dibaca,

  • Mana bacaan sunnah dan mana yang wajib,

  • Apa yang harus dilakukan kalau lupa dua putaran thawaf.

Sebenarnya, doa-doa yang sering dibacakan saat thawaf dan sa’i sebagian besar adalah sunnah, bukan kewajiban.

Fokus utama yang harus dihafal:
  • Niat ihram,

  • Doa antara Shafa dan Marwah,

  • Doa setelah selesai umrah.

Bagi jamaah pemula yang khawatir lupa doa, cukup lakukan:

Berdoa dengan bahasa sendiri—ini tetap sah dan justru lebih mengalir dari hati.

10. Sering Terpisah dari Rombongan

Keramaian di Masjidil Haram dapat mencapai ratusan ribu jamaah. Jamaah pemula sering tidak sadar bahwa:

  • Mutawwif berjalan lebih cepat,

  • Rombongan bisa bercabang,

  • Jalan menuju hotel banyak yang mirip.

Agar tidak terpisah
  • Simpan nomor mutawwif,

  • Tetapkan titik kumpul,

  • Gunakan gelang rombongan,

  • Foto rombongan sebelum berangkat.

Dengan langkah-langkah ini, Anda akan lebih tenang mengikuti agenda harian.

11. Melakukan Ibadah Tambahan Secara Berlebihan Tanpa Memperhitungkan Energi

Ada jamaah pemula yang ingin langsung:

  • Thawaf sunnah setiap hari,

  • Umrah berkali-kali,

  • Shalat malam hingga kelelahan.

Semangat itu bagus, tetapi jangan sampai membuat Anda sakit di hari-hari berikutnya.

Ingat prinsip ini:

Ibadah yang sedikit tetapi konsisten lebih baik daripada ibadah besar yang dilakukan sekali lalu jatuh sakit.

Prioritaskan stamina, bukan euforia.

Umrah pertama adalah pengalaman yang sangat berharga. Meskipun jamaah pemula sering melakukan kesalahan—dari yang kecil hingga yang mengganggu kekhusyukan—semuanya dapat dihindari dengan persiapan, pengetahuan, dan bimbingan yang tepat.

Dengan memahami kesalahan-kesalahan umum ini, Anda dapat:

  • Lebih siap menghadapi keramaian,

  • Lebih yakin menjalankan ibadah,

  • Lebih tenang menavigasi rute hotel–masjid,

  • Lebih fokus menikmati kedekatan spiritual dengan Allah subhanahu wa ta’ala.

Semoga artikel ini membantu jamaah yang akan berangkat umrah meraih ibadah yang lancar, aman, dan penuh keberkahan.


Baca Juga:
>>Perjalanan Lintas Waktu: Festival Modern Souq Ukaz di Arab Saudi
>>Keindahan Tersembunyi di Kota Taif, Makkah, Saudi Arabia
>>Kisah Inspiratif Perjalanan Haji Ibnu Battuta
>>Mengapa Nabi Hijrah Ke Madinah? Ini Alasannya!
>>Alasan Abrahah Ingin Menghancurkan Kabah

>>Manasik Umrah Lengkap 2025: Panduan Doa, Tata Cara, dan Tips Jamaah
>>Niat Umrah Bersyarat: Doa Arab, Terjemahan, dan Penjelasan Lengkap
>>Fast Track Raudhah: Apa Itu, Cara Daftar, dan Keuntungan bagi Jamaah
>>Rahasia Bisa Masuk Raudhah Lebih dari Sekali dalam Sehari

>>Misteri dan Alasan Abrahah Ingin Menghancurkan Kabah

>>Panduan Aplikasi Nusuk 2025: Cara Daftar, Booking Raudhah, dan Fast Track
>>Bolehkah Perempuan Melaksanakan Umrah Saat Haid? Begini Penjelasan Ulama

>>Berapakah Tarif Biaya Badal Umrah 2025?
>>Mengapa Umrah Disebut Haji Kecil? Ini Dia Sejarahnya!
>>Inilah Alasan Mengapa Ka'bah Dipenuhi Oleh Berhala Pada Masa Jahiliyah!